Senin, 29 Januari 2018

Apersepsi yang baik dapat memotivasi belajar siswa


Apersepsi adalah penyampaian tujuan pembelajaran yang bertujuan untuk memotifasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi tersebut. Ini adalah pengalaman pertama saya untuk membuka pelajaran di Sokolah Dasar. Ini merupakan salah satu rangkaian tugas yang saya kerjakan untuk memenuhi apa yang telah diamanahkan kampus kepada saya.

Ini adalah hal pertama ketika saya membuka pembelajaran dengan apersepsi dengan kualitas penilaian guru sendiri. Tetapi saya mendapatkan kritik yang bagus dari guru yang menilai saya sehingga saya bertambah percaya diri untuk membuka pembelajaran selanjutnya.

Praktik Mengajar di TPQ Nurut Taubah


Mahasiswa STKIP Al Hikmah bukan hanya di didik menjadi seorang guru yang profesional melainkan juga di didik untuk menjadi seorang da’i. Hal ini berkenaan dengan minimnya para pendakwah atau penceramah yang makin waktu makin sedikit. Ini merupakan sebuah terobosan baru untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada saat ini. Contohnya ketika saya mendapatkan tugas untuk KKN saya juga mendapatkan tugas untuk mengajar ngaji di TPQ. Hal ini bertujuan untuk menguji kemampuan mahasiswa STKIP Al Hikmah di lapangan seberapa siap yang telah di persiapkan untuk KKN di sekolah dan praktik mengajar di TPQ.
Contohnya saya, seperti gambar di atas bahwa saya telah mengajar di TPQ di dekat rumah namanya ialah TPQ Nurut Taubah. TPQ Nurut Taubah inibaru didirikan oleh sekelompok warga yang berantusias untuk mendorong diadakannya TPQ di daerah tersebut karena mengingat bahwa TPQ masih sedikit sekali.
Walaupun masih baru namun santri yang mengaji di TPQ tersebut lumayan banyak. Rata-rata santrinya adalah siswa Sekolah Dasar dan beberapa santri yang berada di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Kegiatan mengaji di TPQ tersebut berlangsung selama 6 hari dengan hari kamis malam jumat adalah hari libur bagi yang mengaji namun ada acara ketika malam hari tepatnya ba’da shalat isya’ yaitu membaca shalawat.
Acara ini di dukung dengan perlengkapan yang lengkap seperti pengeras suara dan hadrah yang dimiliki.
Itu saja pegenalan tentang TPQ Nurut Taubah yang saya praktik mengajar ngaji sekarang beralih kepada hal menarik yang saya alami ketika mengajar di TPQ tersebut. Hal unik yang pertama yaitu ketika pengenalan awal, santri disana bertanya-tanya kenapa saya ada disitu ketika waktu mengaji telah dimulai namun hal ini dijelaskan oleh guru TPQnya tentang kedatangan saya. Beliau berkata “adik-adik sekalian, mulai hari ini dan lima hari kedepan kalian akan di ajar oleh Ustadz Feri karena beliau ada tugas dari kampusnya” mendengar hal tersebut para santri yang ada di situ bersorak gembira entah itu sorak bahagia atau sorak menderita. Baru kali ini saya di kenalkan dengan nama Mahasiswa tentu saja saya sangat senang sekali mendengar penjelasan tersebut karena saya merasa di hargai. Inilah pertama kali saya mengajar atas nama mahasiswa.
Pengalaman yang kedua yaitu adalah para santri yang ada di disana hampir masih kecil semua sehingga saya harus bersikap lemah lembut kepada mereka. Namun dalam kritik tersebut saya di tuntut untuk bersikap lebih tegas terhadap santri karena melihat tingkah laku yang kurang pantas seperti bercanda ketika ngaji, mengganggu santri perempuan pada saat baca Al Qur an dan lain sebagainya. Sehingga saya harus berfikir ulang bagaimana caranya agar santri tersebut dapat dian dan tidak mengganggu santri lainnya. Salah satu cara yang saya gunakan untuk mengatasi hal tersebut yaitu mencari kata dalam Al Qur an sehingga santri tersebut dapat fokus mencari apa yang saya minta. Hal ini juga menbuat saya gembira karena melihat ekspresi wajah dari santri yang bahagia dan senang ketika saya meminta untuk mencari kata dalam Al Qur an tersebut. Itulah hal yang dapat saya berikan kepada santri ketika saya praktik mengajar di TPQ Nurut Taubah.

Sekian...

Minggu, 28 Januari 2018

KETIKA PRAMUKA CUMA BERLIMA

Pramuka ialah singkatan dari Praja Muda Karana. Memiliki makna orang-orang yang memiliki jiwa muda, semangat dan giat berkarya. Berjiwa muda dalam hal ini adalah orang-orang yang memmiliki semangat yang membara untuk berkembang dan maju.
Kegiatan pramuka adalah kegiatan yang dapat dilakukan di dalam dan di luar ruangan karena pramuka sangat efektif digunakan di semua tempat tanpa terkecuali karena dalam pramuka ada banyak sekali hal yang dapat kita pelajari yang salah satunya adalah menyatu dengan alam. Dalam hal ini kita sebagai seorang pramuka harus memiliki jiwa yang dapat membaur dengan alam, dapat beradaptasi ketika di alam bebas dan hal-hal lain yang dapat menyokong seseorang dapat bertahan hidup di alam bebas.
Pada kali ini ketika praktik mengajar pramuka di SDN 01 Sukorejo saya mengalami perjuangan  yang luar biasa yang mana peserta yang hadir ketika kegiatan pramuka ini hanyalah 5 siswa saja. Bisa di bayangkan bahwa ketika kita capek-capek belain datang ketempat tersebut namun yang hadir cuma 5 siswa tapi bagaimana pun juga ini merupakan sebuah kewajiban saya untuk belajar tentang ilmu pramuka. Kala itu saya menyampaikan materi tentang cara mengukur kecepatan air sungai. Dalam hal ini saya menjelaskan dengan media papan tulis tetapi belum sempat praktik secara langsung mungkin jika dipertemukan kembali di lain kesempatan maka saya akan meminta mereka praktik secara langsung karena materi ketika yang diajarkan hanya teorinya saja tanpa praktiknya maka materi tersebut akan mudah hilang.
Selesai menjelaskan materi saya sedikit bercerita tentang kiprah saya di dunia pramuka hingga pada akhirnya menjadi pembina yang menerima HR tetap. Diawali dengan ketidak sukaan saya kepada pramuka kemudian diajak panitia kemah selama 4 hari 3 malam di coban rondo hingga pada akhirnya mulai suka pramuka karena pengalaman kemah yang sangat menyenangkan. Mulai saat itulah saya bertekad untuk terjun di pramuka hingga saat ini.


ANCAMAN KETIKA SAYA TIDAK MASUK DI KELAS “ITU”


Sit In merupakan suatu kegiatan yang menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa calon guru yang mana mahasiswa calon guru mengamati guru senior mengajar dan mengelola kelas agar ketika proses pembelajaran dapat diterima oleh siswa. Tujuan dari pelaksanaan Sit In ini yaitu agar mahasiswa calon guru dapat paham dan mengerti bagaimana cara memanagement kelas, bagaimana cara mengatasi siswa yang membuat ramai serta semua yang berkaitan dengan pengelolaan kelas dan siswa.
Pada hari selasa tepatnya tanggal 16 Januari 2018 saya pertama kali melaksanakan Sit In yang pertama. Awal kegiatan ini saya laksanakan dengan diawali kelas 2 pas pelajaran hari itu adalah olahraga, jadi saya ikut mendampingi adik-adik olahraga ke lapangan. Kegiatan olahraga ini di pisah menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Siswa yang laki-laki bermain sepak bola dan siswa perempuan bermain ular-ularan yang di damping saya langsung. Pada permainan ini saya ikut serta dalam permainannya sehingga saya dapat lebih dekat denga adik-adik.
Hari rabu saya melaksanakan Sit In untuk yang kedua kalinya, kali ini ada yang berbeda dengan Sit IN saya. Sebelum saya melakukan Sit In saya bertanya kepada guru kelas untuk meminta izin melaksanakan Sit In di kelas tersebut. Kebetulan kelas yang saya tuju kali ini yaitu kelas 3 (Tiga) alangkah kagetnya saya ketika guru kelasnya memberikan saya amanah untuk mengisi full di kelas tersebut . ini adalah diluar bayangan saya karena pada awalnya KKN untuk semester 1 hanyalah Sit In di sekolah asal namun saya teringat dengan kata-kata Ustadz Faishol harus siap dengan apa yang di amanahkan kepada kita sehingga saya harus mengisi kelas tersebut secara full time dan berfikir bagaimana saya mengisi setiap jam, menit yang telah dilewati bahkan setiap detikpun. Dengan bermodal buku modul yang ada di kelas akhirnya saya mengajar pelajaran pada hari itu. Alhamdulillah walaupun saya hanya membaca sekilas tentang buku tersebut saya dapat mengembangkan isi daripada buku tersebut dengan bahasa saya sendiri. Setelah agak lama saya mengajar dan saya kira adik-adik mulai  jenuh dan bosan maka saya mengajak adik-adik untuk bermain dan menghilangkan kejenuhan yang menimpa adik-adik. Pada kali ini daya mengajak adik-adik bermain (TEBAK SIAPA). Saya melihat adik-adik sangat antusias untuk emngikuti permaianan ini sehingga saya turut bahagia melihat kelucuan tingkah laku mereka. Ada satu adik ketika permainan ini sering kena dan menjadi pelaku dalam permainan ini. Sebut saja namanya mira, dia lucu dan imut dia sering kena dan jadi pelaku utama dalam permainan ini. entah  iti disengaja atau tidak yang penting dia sering kena pegang dan akhirnya menjadi pelaku menggantikan posisi pelaku yang sebelumnya menjadi pelaku utama dan seterusnya. Dengan begini suasana yang sebelumnya bosan menjadi ceria kembali hal ini bertanda bahwa saya sedikit telah dapat membuat sebuah suasana kelas menjadi ceria kembali.
Tidak terasa jam pulang telah terdengar sehingga saya harus mengakhiri permainan ini. Ketika adik-adik diminta untuk mengakhiri permainan ini awalnya tidak mau tetapi dengan cara saya merayu mereka akhirnya mereka mau mengakhiri permainannya.
Menginjak hari selanjutnya saya harus melakukan Sit In ke kelas yang berbeda dan anehnya ketika saya hendak ke kelas sebelahnya yaitu kelas 4 (empat) adik-adik kelas 3 (tiga) tadi menarik saya agar saya masuk dan mengajar kelasnya tersebut. Saya berusaha untuk menjelaskan bahwa saya Sit In dengan kelas yang berbeda namun mereka tetap memegang dan menarik saya agar masuk ke kelasnya. Akhirnya saya membujuk dan berkata bahwa saya akan kesini lagi di waktu yang lain mereka pun melepaskan pegangannya dengan mengancam saya “kalau kakak gak ngajar kami lagi, kami gak akan berteman dengan kakak lagi”
Hari itupun telah lewat dengan mengingat ancaman dari adik-adik, baru kali ini pak gurunya diancam oleh murid sendiri. Hehehe…

Menginjak hari selanjutnya, saya kebetulan lewat kelas 3 (tiga) bertemu dengan siswanya, sepertinya mereka selalu mengingat apa yang mereka katakana sehingga saya di tanya lagi kapan akan mengajar di kelasnya kembali tidak lupa dengan ancaman yang mereka katakan kepada saya, saya terus membelokkan pertanyaan mereka kepada hal-hal lain awalnya berhasil namun pada akhirnya mereka ingat lagi kepada kata-kata mereka, mereka terus mengatakan hal yang sama ketika bertemu dengan saya sehingga judul ini memang cocok kayaknya untuk membuat cerita menarik saya pada kesempatam kali ini. 

Pengalaman mengajar perdana di SDN 01 Sukorejo




Menjadi guru memanglah bukan tugas yang mudah karena kita akan mengalami masa-masa sulit yang akan menghadang di tengah jalan. Namun demikian kita harus tetap optimis dan selalu berdo’a kepada Allah agar jalan kita dimudahkan karena do’a merupakan salah satu senjata bagi umat islam.
Seperti pengalaman saya tempo hari yang melaksanakan tugas KKN yang pertama dari kampus, ketika itu saya mengajar kelas satu yang mana kita ketahui bahwa mengajar siswa kelas rendah memang membutuhkan rasa sabar yang ekstra daripada biasanya. Saya diminta mengajar penuh kala itu oleh wali murid dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk menjalankan tugas semaksimal mungkin. Tantangan pertama yakni bagaimana mengkondisikan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, mau tidak mau saya harus berfikir ulang tentang hal tersebut. Tantangan kedua yakni ketika ada siswa yang bandel dan membuat rame kondisi kelas. Hal ini juga membuat saya berfikir dua kali bagaimana cara mengajak siswa tersebut agar mengikuti proses pembelajaran kembali karena mengingat bahwa dengan cara kekerasan fisik sangat tidak dianjurkan dan masih banyak lagi pengalaman saya ketika KKN pertama di SDN 01 Sukorejo.