IGS (Induksi Guru Senior) merupakan sebuah kegiatan yang memang diwajibkan
oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Hikmah. Kegiatan ini
bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa baru khususnya, bagaimana cara
guru senior mengajar di kelas yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga di harapkan
menjadi bekal masa depan bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Al Hikmah sehingga para alumni atau lulusan Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Al Hikmah menjadi agen perubahan atau pendobrak guru masa
depan.
Kali ini, saya melaksanakan program IGS (Induksi guru senior) di Sekolah
Dasar Negeri 01 Sukorejo. Sekolah ini terletak di dekat rumah saya, hanya
berjarak kurang lebih 1 Kilometer dari
rumah saya. SDN 01 Sukorejo dapat di tempuh dengan sepeda ontel, sepeda motor
atau mobil karena kondisi jalan yang mudah dilalui, bebas dari macet atau
hambatan-hambatan yang lainnya.
Pada tanggal 15 Januari 2018 saya mengurus tentang perizinan yang ada di
sekolah tersebu., Alhamdulillah perizinan ini sangat dimudahkan oleh Allah SWT
sehingga saya pada tanggal 16 Januari langsung melaksanakan IGS (Induksi guru
senior) yang perdana. Hari pertama saya guru yang saya amati adalah guru
olahraga sehingga saya mau tidak mau harus terjun ke lapangan untuk mendampingi
adik-adik olahraga. Guru tersebut menurut saya menggunakan teori behaviour
karena dalam praktiknya pasti diawali dengan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini
memang sangat berpengaruh pada pembiasaan siswa yaitu ketika hendak olahraga
maka harus melakukan pemanasan terlebih dahulu. Jika tidak melakukan pemanasan
maka seperti ada yang kurang bagaikan kopi tanpa gula. Hahahaha....Hal ini
terus menerus dilakukan ketika pelajaran olahraga dari kelas 1 s/d kelas 6.
Beralih kepada mata pelajaran yang lainnya. Kali itu saya memasuki kelas 1
yang kala itu telah menerapkan kurikulum 2013. Mata pelajarannyapun sudah
menjadi TEMATIK sehingga antara pelajaran PKn, IPA, IPS dan pelajaran-pelajaran
yang lainnya membaur menjadi satu.
Kali ini juga saya rasa bahwa guru yang ada dikelas tersebut ada kaitannya
dengan teori behaviour karena setiap kali memulai pelajaran maka di awali dengan
berdoa kemudia di susul dengan menyanyikan lagu nasional dan membaca pancasila.
Hal ini terus berulang kali dilakukan oleh gurunya sehingga walaupun tidak ada
yang menyuruh untuk membaca do’a, Lagu nasional atau pun membaca pancasila
mereka tetap melakukannya.
Itu saja pengalaman IGS yang saya alami ketika berada di SDN 01 Sukorejo
beserta penerapan teori behaviour. Semoga bermanfaat dan jangan lupa di share
yaaaa!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar